Alexis Sanchez Divonis Penjara selama 16 Bulan Terkait Kasus Pajak

Alexis Sanchez Divonis Penjara selama 16 Bulan Terkait Kasus Pajak

Situs Judi Bola – Pemain baru Manchester United, Alexis Sanchez, baru-baru ini divonis penjara selama 16 bulan oleh pengadilan Spanyol. Hal itu disebabkan karena terkait kasus penggelapan pajak. Sanchez menerima hukuman ini namun belum akan menjalani hukuman kurungan.

Sanchez yang  saat ini sudah meninggalkan Arsenal dan bergabung  dengan Manchester United, sudah mengakui kesalahannya kepada Jaksa Agung Spanyol terkait kasus penggelapan pajak. Dia sudah sepakat untuk membayarkan pajak yang dahulu tidak disetorkannya dan harus ditambah dengan uang denda.

Menurut kabar dari BBC, Sanchez telah menggelapkan pajak sebesar satu juta euro atau sekitar Rp 16 miliar. Pajak yang belum dibayar ini berasal dari hak citra di tahun 2012 dan 2013 disaat masih bermain untuk Barcelona. Walaupun sudah divonis hukuman selama 16 bulan kurungan, Sanchez tidak akan langsung menjalani hukuman kurungan dikarenakan vonisnya belum mencapai 24 bulan dan juga belum pernah melakukan pelanggaran yang serupa. Hukuman penjara baru akan berlaku disaat dirinya mengulangi kesalahan yang sama dalam jangka waktu dua tahun ke depan.

Selain harus menyetorkan pajak yang belum dibayar, dia juga harus menerima beban denda sebesar 600 ribu euro atau sekitar Rp 9,9 miliar. Tidak lama ini, dua pemain Real Madrid yaitu Marcelo dan Luca Modric juga memilih hukuman yang sama dan menerima denda yang sudah dijatuhkan kepadanya.

Tidak hanya itu saja, deretan pemain lain yaitu Cristiano Ronaldo, Angel di Maria, Ricardo Carvalho, Javier Mascherano, Radamel Falcao, Fabio Coentrao, serta pelatih Manchester yang berjulukan The Special One juga masih dalam penyelidikan.

Ronaldo adalah salah satu yang memilih menempuh jalur hukum untuk menghadapi dakwaan jaksa atas kasus penggelapan pajak sebesar 14,7 juta euro.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

Archives

GiottoPress by Enrique Chavez